TOEFL Grammar Riset TOEFL ITP

Bedah 7 Topik Tersulit di TOEFL ITP: Strategi Berbasis Riset Menuju Skor 600+

Ichal

Banyak peserta TOEFL ITP belajar Grammar tanpa memahami topik dan pola soal dengan baik, namun sejumlah penelitian di konteks Indonesia menunjukkan bahwa struktur kalimat (Section 2) sering menjadi salah satu tantangan terbesar dan bagian dengan skor terendah, sehingga menjadi penghambat utama untuk mencapai skor tinggi, termasuk target 600+. Tanpa penguasaan pola yang sistematis, skor tinggi hanyalah keberuntungan.

Fakta Riset (Rizki Ananda, 2016): Sebuah studi terhadap mahasiswa di Banda Aceh menemukan bahwa, untuk Section 2, kesulitan utama dalam sampel penelitian ini terutama muncul pada 7 topik grammar spesifik di bawah ini. Panjang soal, misalnya di Part A, dilaporkan tidak terlalu memengaruhi waktu pengerjaan maupun kepanikan peserta. Cek Riset Lengkapnya di Sini.


1. Inversions (12% Error Rate)

Pola pembalikan subjek dan kata kerja bantu ini adalah “musuh utama”. Biasanya muncul setelah kata keterangan negatif atau frasa pembatas.

Inversion Pilih jawaban terbaik

Not until the late 19th century _______ to be used as a primary energy source.

Inversion Pilih jawaban terbaik

Only in recent years _______ the importance of biodiversity in maintaining ecological balance.


2. Subject-Verb Agreement (10% Error Rate)

Jebakan klasik di mana subjek tunggal dipisahkan oleh frasa panjang sehingga peserta terkecoh dengan kata benda terdekat (interrupter).

S-V Agreement Pilih jawaban terbaik

The discovery of ancient artifacts in several remote caves _______ providing new insights into history.

S-V Agreement Pilih jawaban terbaik

Neither the quality of the materials nor the skills of the workers _______ improved since last year.


3. Adverb Clause Connectors (7% Error Rate)

Kesulitan dalam menempatkan kata hubung yang tepat (because, although, while) untuk menyambungkan dua klausa.

Connectors Pilih jawaban terbaik

_______ the weather was bad, the flight departed on schedule.

Connectors Pilih jawaban terbaik

Plants will die _______ they receive enough sunlight and water.


4. Passives (6% Error Rate)

Membedakan apakah subjek “melakukan” atau “dikenai” tindakan seringkali menipu, terutama jika subjeknya benda mati.

Passives Pilih jawaban terbaik

The proposal _______ by the committee yesterday.

Passives Pilih jawaban terbaik

The Great Wall of China _______ to be visible from space by early astronauts.


5. Reduced Adjective Clauses (5% Error Rate)

Memotong kata ganti penghubung (who, which) sehingga menyisakan V-ing (aktif) atau V3 (pasif).

Reduced Clause Pilih jawaban terbaik

The woman _______ at the podium is the keynote speaker for today's seminar.

Reduced Clause Pilih jawaban terbaik

The book _______ by the professor is now a national bestseller.


6. Parallel Structures (5% Error Rate)

Menjaga konsistensi jenis kata dalam sebuah deret (list). Jika dimulai dengan kata benda, harus berakhir dengan kata benda.

Parallelism Pilih jawaban terbaik

The job requires intelligence, creativity, and _______.

Parallelism Pilih jawaban terbaik

To learn is as important as _______.


7. Use of Verbs (5% Error Rate)

Ketidaksesuaian tenses (present vs past) atau penggunaan modal yang tidak tepat seringkali muncul sebagai jebakan waktu.

Verb Usage Pilih jawaban terbaik

By the time the manager arrived, the secretary _______ the reports.

Verbs Pilih jawaban terbaik

If the company had known the risks, they _______ the investment.


Strategi Berdasarkan Hasil Penelitian

Hasil studi Ananda (2016) menegaskan bahwa Part B (Written Expression) seringkali lebih “mematikan” daripada Part A. Hal ini dikarenakan:

  1. Analisis vs Produksi: Mengidentifikasi kesalahan dalam kalimat yang utuh memerlukan pemahaman grammar yang lebih holistik.
  2. Jebakan Ketelitian: Peserta cenderung melewati kesalahan kecil (seperti plural/singular) karena terlalu fokus pada arti kata.

Tips: Berhentilah merasa panik dengan kata-kata yang tidak kamu kenal. Dalam studi Ananda (2016), kata‑kata yang tidak dikenal di Part A tidak dianggap sebagai masalah utama oleh peserta; yang lebih sering menjatuhkan mereka justru 7 pola grammar di atas.


Kuasai TOEFL Skills dengan lebih terarah dan efektif

Jangan buang waktu belajar asal-asalan. Di Kelas TOEFL BenPinter, kami membedah materi TOEFL ITP secara bertahap, detail, dan sistematis supaya hasil maksimal.


Referensi:

  1. Ananda, R. (2016). Problems with Section Two ITP TOEFL Test. Studies in English Language and Education, 3(1), 35–49. https://doi.org/10.24815/siele.v3i1.3387
  2. Konteks Riset: Studi ini dilakukan pada 26 mahasiswa universitas di Banda Aceh. Hasil persentase mencerminkan pola kesalahan paling dominan pada sampel tersebut dan menjadi indikator kuat bagi pembelajar Indonesia lainnya dalam memprioritaskan materi belajar.